Showing posts with label Biologi X. Show all posts
Showing posts with label Biologi X. Show all posts

Monday, May 30, 2011

CHEPALOPODA-MOLLUSCA


Nautilus adalah Chepalopoda yang aneh dimana temen temenya tidak mempunyai cangkang namun ia bercangkang , kenapa bercangkang karena ia satu satunya Chepalopoda yang tidak mempunyai kelenjar tinta , Nautilus jelas tergolong dalam Chepalopoda karena kakinya dia terlihat di kepala bisa dilihat digambarnya OK

CUMI CUMI


KARAKTER UMUM YANG DIPUNYAI CHEPALOPODA
  • Kaki termodifikasi menjadi tentakel
  • Hidup di laut
  • Pergerakan berdasarkan aliran air masuk ke sifon dan keluar dari sifon (posterior)
  • Memiliki kantong tinta
  • Memiliki mata
  • Memiliki mulut dengan radula dan 2 rahang, dikelilingi 8-10 tentakel
  • Sistem saraf berkembang menyerupai otak
  • Bernapas dengan insang
  • OK
STRUKTUR TUBUH DAN PERAN
  • Cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak mempunyai tulang pada tubuhnya, meskipun salah kaprah disebut dengan ikan.
  • Mereka mempunyai kemampuan untuk bergerak lincah karena adanya sistem yang sangat menarik yaitu air dalam jumlah besar disedot dan disemburkan oleh otot-otot yang kuat, sehingga memungkinkannya bergerak mundur.
  • Pada kedua sisi kepala hewan ini terdapat lubang yang menyerupai kantung.
  • Air disedot masuk melalui lubang ini menuju suatu rongga berbentuk tabung di dalam tubuhnya.
  • Kemudian ia menyemprotkan air tersebut keluar dari pipa sempit tepat di bawah kepalanya dengan tekanan tinggi, sehingga dengannya ia mampu bergerak cepat ke arah yang berlawanan akibat gaya reaksi.
  • Ketika menyemburkan air keluar, otot-otot jenis melingkar menegang dengan cara memanjang. Namun, karena mempunyai kecenderungan mempertahankan volumenya, lebarnya meningkat, yang biasanya akan memanjangkan tubuhnya.
  • Sementara itu, otot-otot bujur yang meregang mencegah pemanjangan .
  • Otot-otot jari-jari tetap meregang selama kejadian ini yang menyebabkan selubung pelindung menebal.
  • Setelah semburan air yang amat cepat, otot-otot jari-jari mengerut dan menyusutkan panjangnya, yang menyebabkan selubung kembali menipis, dan rongga selubung terisi air kembali.
  • Seekor sumi-cumi dapat menghindar dari pemangsanya dengan gerak sangat cepat karena pengerutan otot yang cepat ini.
  • Ketika kecepatannya saja tidak cukup untuk melindungi dirinya, mereka menyemprotkan tinta pekat dan berwarna gelap yang diolah di dalam tubuhnya.
  • Tinta ini mengejutkan pemangsa beberapa detik, yang biasanya cukup bagi cumi-cumi untuk melarikan diri. Ikan-ikan yang tak diketahuinya di belakang gumpalan tinta tersebut segera menghindari wilayah ini.
  • Di bawah kulit cumi-cumi tersusun sebuah lapisan padat kantung-kantung pewarna lentur yang disebut kromatofora.
  • Dengan menggunakan lapisan ini, cumi-cumi dapat mengubah penampakan warna kulitnya, yang tidak hanya membantu dalam penyamaran akan tetapi juga sebagai sarana komunikasi.
  • Misalnya, seekor cumi-cumi jantan menunjukkan warna yang berbeda ketika kawin dengan warna yang digunakan ketika berkelahi dengan seekor penantang.

Phylum Arthropoda

Phylum Arthropoda
Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-ruas. Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen). dimana bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik coelomata , terlindung oleh rangka luar dari kitin.Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea. memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta)Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species maupun penyebarannya. Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpigh Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda

Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:
  1. Crustacea atau Udang-udangan , Kepiting
  2. Arachnida atau labah-labah , Kala kengking
  3. Insecta atau serangga (Hexapoda)
  4. Myriapoda atau lipan (kaki seribu) , Kelabang




Adapun ciri-ciri umum dari Arthropoda antara lain adalah sebagai berikut:
  • Tubuh beruas-ruas
  • Tubuh terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen).
  • Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothorax)
  • Bentuk simetri bilateral
  • Hewan dengan lapisan embryonalnya bertipe Triploblastik Coelomata ( Mempunyai tiga lapisan embryonal ekto-meso dan endoderm yang bisa berdefrensiasi menjadi organ tubuh , dimana setelah terbentuk tubuh bagian dalam tubuh itu terdapat rongga ( Coelom) dan tentu rongga itu bisa untuk diisi materi dari luar misalnya makanan , oksigen dll
  • Rongga tubuh berisi darah, disebut hemocoel.
  • Rangka luar keras ( eksoskeleton) yang tersusun atas zat kitin / protein sebagai pembungkus tubuh , yang bisa dieksidisis
  • Urat-urat dagingnya bergaris melintang.
  • Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
  • System peredaran darah terbuka (system lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka, satu-satunya buluh darah yang ada berupa saluran lurus terletak di atas saluran pencernaan, yang di daerah abdomen mempunyai lubang-lubang di sebelah lateral.
  • Sistem alat pencernaan berupa saluran tubular (kurang lebih lurus), ada mulut dan anus.
  • Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paru-paru buku)
  • Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus
  • sistem reproduksi terpisah (gonokoris) artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis)
  • System saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena, Sistem syaraf itu terdiri dari ganglion anterior yang merupkan “otak” terletak di atas saluran pencernaan, sepasang syaraf yang menghubungkan otak dengan syaraf sebelah ventral, serta pasangan-pasangan ganglion ventral yang dihubungkan satu dengan yang lain oleh urat syaraf ventral, berjalan sepanjang tubuh dari depan ke belakang di bawah saluran pencernaan.
  • Sistem pengeluaran (ekskresi) berupa saluran-saluran Malphigi yang bermuara di saluran pencernaan, limbah dikeluarkan melalui anus.
  • Hidupnya di darat, air tawar dan laut.

PORIFERA
  • Porifera adalah hewan berpori, memiliki lubang-lubang kecil seperti spons. lubang kecil ostium untuk masuk , dan lubang besar Oskulum untuk keluar , bagian dalam berupa rongga disebut spongocoel yang terdapat koanosit
  • ia itu hewan meskipun hanya menempel didasar
  • makanan masuk ketubuhnya melalui pori pori , makanan kemudian dicerna secara intrasel oleh sel koanosit seperti usus kita hingga menjadi sederhana baru setelah itu produk pencernaan itu diedarkan keseluruh sel sel tubuhnya oleh sel amoeboid .
  • Sel amoeboid ini bergerak di lapisan tengah yang berisi getah gelatin (ruang mesoglea) membawa hasil pencernaan koanosit ke seluruh sel tubuh
  1. Jalannya air berturutan dari luar ( laut ) : laut - ostium - spongocoel- osculum
Skema bagian itu terlihat pada gambar ini

SEKILAS
  • Sebagian besar hewan berpori hidup di laut, hanya sebagian yang hidup di air tawar.
  • Ciri utama hewan berpori ini tubuhnya yang berpori-pori berbentuk seperti vas bunga, pipih, atau bercabang, dan selalu melekat di dasar air.
  • Pori-pori ini berfungsi sebagai tempat untuk masuknya air yang mengandung bahan makanan ke dalam tubuh.
  • Rangka luar terdiri atas spikula (duri duri) yang tersusun dari zat kapur dan zat kersik /silikat. atau spongin
  • Hewan ini merupakan salah satu hewan yang menyusun terumbu karang.
  • Hewan yang banyak terdapat di air laut ini ada yang hidup sendiri (soliter) dan ada yang berkoloni.
  • Porifera yang hidup di air dangkal, seperti di kolam atau aliran sungai, adalah Spongillidae. Contoh hewan porifera adalah Leucosolenia, Euplectella, dan Spongilla.
  • Struktur Tubuh Hewan berpori ini termasuk hewan multiseluler, tetapi belum mempunyai jaringan, organ, dan sistem organ.
  • Porifera mempunyai ruang gastral sebagai kloaka. ruangan ini dikelilingi oleh dinding yang ditembus oleh sejumlah saluran yang tersusun majemuk.
  • Ruang gastral ujungnya terbuka yang disebut dengan oskulum ( berupa lubang besar tempat keluarnya air dan zat ekskresi ).
  • Air masuk ke dalam tubuhnya melalui lubang atau pori-pori di permukaan tubuhnya yang disebut Ostium .
  • Ostium dibentuk oleh lapisan epidermis yang tipis dengan bentuk sel yang pipih yang bagiam epidermis yang membentuk ostium itu berupa sel porosit
  • Jadi dapat dikatakan bahwa tubuh porifera itu berpori-pori , dan pori pori tersebut berfungsi untuk memasukan makanan dan mengeluarkannya .
  • Setelah makanan dari Ostium masuk ker uang spongocoel , makanan segera dicerna oleh sel koanosit dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel amuboid di ruang mesoglea
  • Struktur tubuh Porifera bersifat diploblastis karena terdiri atas dua lapisan sel tunas. Lapisan luar Ektoderm yang tersusun dari pinakosit dan mesoglea lapisan tengah yang mati berupa gelatin yang mengandung sel amuboid dan lapisan dalam (endoderm) yang tersusun dari koanosit.
  • Cara Berkembang Biak Porifera dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif.
  • Secara vegetatif, perkembangbiakan dilakukan dengan membentuk kuncup dalam koloni , kuncup muncul dari pangkal kaki porifera.
  • Kuncup makin membesar sehingga jika terbentuk beberapa kuncup, akan membentuk sebuah koloni. Selain itu, potongan tubuhnya yang terlepas akan mudah tumbuh menjadi porifera baru.
  • Kuncup yang dibentuk jika berada didalam tubuh porifera karena kondisi luar kurang baik sehingga banyak bagian tubuh porifera yang rusak maka membentuk kuncup dalam kuncup itu disebut Gemulae
  • sedan jika kuncup dibentuk di luar karena situasi perairan kondusif sehingga kuncup menempel pada bagian tubuh utama disebut Tunas luar ( budding)
  • Porifera air tawar dapat berkembang dengan gemmulae atau terbungkusnya sel-sel koanosit dengan kuat dan tebal.
  • Keadaan ini merupakan bentuk pertahanan porifera terhadap kekeringan. Jika air telah cukup, akan tumbuh lagi menjadi porifera baru.
  • Pembiakan secara generatif dilakukan dengan pembuahan antara ovum dan spermatozoid.
  • Porifera termasuk hewan yang hermafrodit (berkelamin ganda).
  • Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Karena bersilia, larva dapat bergerak bebas dan akhirnya akan menempel pada tempat tertentu dan kemudian tumbuh menjadi porifera baru.

VIRUS



Kelas:
Kelas X
Semester:
Semester 1

Saturday, April 9, 2011

Kingdom Protista

Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi.[1] Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.[2]. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik. Organisme dalam Protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokan yang mudah[3]—baik yang bersel satu atau bersel banyak tanpa memiliki jaringan. Protista hidup di hampir semua lingkungan yang mengandung air. Banyak protista, seperti algae, adalah fotosintetik dan produsen primer vital dalam ekosistem, khususnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain, seperti Kinetoplastid dan Apicomplexa, adalah penyakit berbahaya bagi manusia, seperti malaria dan tripanosomiasis.
Protista pertama kali diusulkan oleh Ernst Haeckel. Secara tradisional, protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi yaitu meliputi Protozoa yang menyerupai hewan bersel satu, Protophyta yang menyerupai tumbuhan (mayoritas algae bersel satu), serta jamur lendir dan jamur air yang menyerupai jamur.
Dulu, bakteri juga dianggap sebagai protista dalam sistem tiga kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista). Namun kemudian bakteri dipisah dari protista setelah diketahui bahwa ia adalah prokariotik.

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom
Perkembangan selanjutnya, para ilmuwan telah mengembangkan cara pengelompokan makhluk hidup yang lebih baik dan lebih maju dibandingkan dengan cara-cara pengelompokan pada zaman prasejarah.
Aristoteles (384 – 322 SM), mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak dan pohon. Sedangkan hewan digolongkan menjadi vertebrata dan avertebrata.
John Ray (1627 – 1708), merintis pengelompokkan makhluk hidup kearah grup-grup kecil. Ia telah melahirkan konsep tentang jenis dan spesies.
Carolus Linnaeus (1707 – 1778), mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesamaan struktur. Ia juga mengenalkan pada system tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur.
Pada tahun 1969 R.H Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima) kingdom/kerajaan, yaitu :
1. Monera (bakteri dan ganggang biru)
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik.
Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria)

Kingdom Animalia

Klasifikasi Hewan Kerajaan/Kingdom Animalia - Pembagian Jenis/Macam atau Kategori Binatang Terbagi Menjadi 10 Filum/Phylum

Hewan atau animal yang kita kenal selama ini dapat dibagi manjadi sepuluh macam filum / phylum yaitu protozoa, porifera, coelenterata, platyhelminthes, nemathelminthes, annelida, mollusca, echinodermata, arthropoda dan chordata.
1. Phylum / Filum Protozoa atau Protosoa
Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memiliki satu sel saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Protozoa dapat hidup di air atau di dalam tubuh makhluk hidup atau organisme lain sebagai parasit. Hidupnya dapat sendiri atau soliter atau beramai-ramai atau koloni. Contohnya : amuba / amoeba.
2. Phylum / Filum Porifera
Porifera adalah binatang atau hewan berpori karena tubuhnya berpori-pori mirip spon dengan bintang karakter terkenal spongebob squarepants hidup di air dengan memakan makanan dari air yang disaring oleh organ tubuhnya. Contohnya : bunga karang, spons, grantia.

Virus dalam Biologi

Virus dalam arti biologi

Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.[1]
Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.[1]
Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau.[2] Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.[3]